Saatnya
Mengenalkan Kesehatan Lewat Buku Cerita Bergambar
Ditulis
oleh: Ranti Ekasari, M.K.M
Tahukah kamu bahwa setiap
tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari Anak Nasional?
Ya, Indonesia menetapkan Hari Anak Nasional di tanggal tersebut. Sejatinya,
momen ini menjadi pengingat pada kita bahwa anak-anak sebagai generasi penerus
bangsa berhak atas pendidikan, perlindungan, dan pertumbuhan. Salah satu
tanggung jawab terpenting baik bagi orang tua maupun praktisi kesehatan adalah
memberikan informasi kesehatan yang mudah dipahami kepada anak-anak.
Pada dasarnya, informasi
kesehatan bisa didapatkan di berbagai platform dengan berbagai bentuk. Namun,
yang menjadi tanda tanya adalah apakah informasi tersebut juga cukup berkesan
untuk anak-anak? Apakah media komunikasi kesehatan dapat dipahami secara utuh
oleh anak-anak?
Pertanyaan ini menjadi
pemantik untuk penggunaan metode yang efektif dalam penyampaian pesan kesehatan
kepada anak agar hak mereka atas informasi kesehatan dpaat terpenuhi. Dunia
anak merupakan dunia yang penuh dengan imajinasi. Beberapa anak memiliki
ketertarikan terhadap visual yang indah. Kecenderungan ini menjadi celah untuk
praktisi kesehatan dalam memanfaatkan media visual kreatif dalam penyampaian
pesan.
Sebagai seorang Dosen
Kesehatan Masyarakat, saya biasanya menjelaskan konsep penyakit dengan melihat data
terkait gejala penyakit, faktor risiko, dan mekanisme penularan penyakit
tersebut. Namun, pengalaman saya sebagai penulis buku anak-anak menyadarkan saya bahwa promosi kesehatan tidak selalu
harus diperoleh melalui cara akademis. Bagi anak-anak, sebuah cerita lebih
mudah dipahami daripada serangkaian penjelasan.
Kesadaran ini muncul saat
saya menulis buku berjudul Penyelidikan Maca jenjang B3, yang menjadi
baskah terpilih pada Gerakan Literasi Nasional 2025. Pada buku ini, saya tidak
menjelaskan malaria dengan definisi atau grafik patologis. Demikian pula, saya
mengajak pembaca untuk mengikuti petualangan Maca, seekor monyet hitam khas
Sulawesi dengan nama spesies Macaca Maura yang penasaran mengapa
tubuhnya sering digigit nyamuk. Melalui buku ini, saya berharap anak-anak dapat
mendapat pengetahuan terkait perbedaan nyamuk jantan dan betina, gaya hidup
nyamuk, gejala malaria, dan yang terpenting, pencegahan penyakit dengan memutus
rantai penularan melalui upaya pengurangan tempat perkembangbiakan nyamuk.
Dengan pengalaman ini, saya
percaya bahwa buku bukan hanya sumber literatur, tetapi juga sarana yang
efektif untuk mengkomunikasikan informasi kesehatan. Tujuan komunikasi bukan
hanya untuk memberikan informasi, tetapi juga untuk mengembangkan pengetahuan
yang pada akhirnya akan mengarah pada perubahan. Lebih jauh lagi, anak-anak
tidak mampu memahami konsep abstrak seperti patologi penyakit, sistem kekebalan
tubuh, atau penularan penyakit dengan cara yang sama seperti orang dewasa. Oleh
karena itu, pendekatan yang digunakan harus berbeda.
Cerita berupa teks dapat menghadirkan
pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak, dan ilustrasi membantu anak-anak
memvisualisasikan sesuatu yang tidak dapat dilihat secara langsung. Sebagai
contoh, proses pertumbuhan nyamuk dapat dipahami melalui tindakan tokoh utama,
yang sedang memecahkan misteri. Tanpa ragu, anak tersebut belajar sains serta
kesehatan.
Proses ini menunjukkan
kepada praktisi kesehatan bahwa pesan yang efektif tidak selalu yang terpanjang,
tetapi yang paling sesuai dengan kebutuhan individu. Bagi anak-anak, cerita dan
gambar adalah salah satu cara yang menyenangkan untuk memahami upaya pencegahan
penyakit. Penggunaan media ini mungkin merupakan salah satu contoh pertama
bagaimana komunikasi kesehatan dapat dilakukan dengan berbagai cara yang
menyenangkan diluar ruang kelas.
Pada akhirnya, Hari Anak
Nasional bukan hanya tentang memberikan ruang bermain atau pendidikan yang
lebih baik. Momentum ini juga mengingatkan kita bahwa membangun generasi yang
sehat dimulai dari cara kita mengenalkan kesehatan kepada anak-anak. Mungkin
sebuah buku cerita tidak dapat menyembuhkan penyakit. Namun, sebuah buku dapat
menumbuhkan rasa ingin tahu yang bermuara pada terbentuknya kebiasaan hidup
sehat sehingga membuat anak memahami alasan di balik setiap perilaku sehat yang
dengan atau telah mereka lakukan.
Editor : Nur Ilmi Mardatillah